Rabu, 21 Maret 2018

Ketahui Gejala 'mirip' kanker payudara

Ketahui Gejala 'mirip' kanker payudara,- Banyaknya kasus kanker payudara yang bermunculan membuat wanita semakin waspada terhadap kemunculan gejala penyakit ini. Meski begitu, terdapat beberapa gejala 'mirip' kanker payudara yang menjadi pertanda penyakit lain. Dr Jennifer Ashton, menjabarkan beberapa tanda pada payudara yang bukan merupakan gejala kanker.

Cairan kental, lengket, dan berwarna aneh dari payudara
Tak semua cairan aneh yang keluar dari payudara adalah pertanda kanker. Bisa jadi, Anda sedang mengalami ecstasia saluran susu. Ini bisa terjadi ketika saluran susu melebar dan menebal, serta dipenuhi cairan. Meski bukan kanker, sebaiknya segera periksakan ke dokter ketika Anda mengalami hal ini.

Hasil mammogram yang aneh
Hasil mammogram yang terkadang terlihat miring atau gagal seringkali membuat wanita panik. Namun, Anda tak perlu khawatir. Hal ini biasa terjadi karena faktor usia atau payudara yang padat. Untuk menghindarinya, Anda bisa melakukan pemeriksaan lain selain mammogram, yaitu ultrasound. Cara ini tidak menyakitkan, lebih cepat dan tak mahal, serta tak mengakibatkan radiasi.

Rasa sakit pada payudara
Malgia, atau rasa sakit pada payudara seringkali membuat wanita cemas. Biasanya ini terjadi dua minggu sebelum menstruasi pada bagian luar dan sebagian payudara, serta terjadi pada kedua payudara. Jika rasa sakit ini tidak permanen (kadang terasa dan kadang tidak) serta tidak berkaitan dengan benjolan apapun, maka ini bukan termasuk gejala kanker. Dr Ashton mengatakan bahwa kafein, hormon stres, dan reproduktif bisa menyebabkan rasa sakit ini.

Kista jinak
Kista jinak dalam payudara terkadang membentuk benjolan. Ini juga disebut sebagai fibroadenoma. Kista ini bisa membesar dan perlu diangkat dengan operasi. Kista ini memiliki tekstur yang halus dan teratur ketika terlihat dalam USG. Kabar baiknya, ini bukan kanker. Namun Anda tetap harus memeriksakannya ke dokter.

Ruam pada payudara
Kulit yang gatal dan ruam-ruam pada payudara bisa jadi salah satu gejala kanker. Namun, ruam dan rasa gatal belum tentu pertanda kanker. Jika ruam dan gatal terjadi pada dua payudara, maka ini hanya ruam biasa. Perhatikan ruam selama dua minggu. Ruam biasa akan tetap atau hilang dengan sendirinya. Namun ruam yang disebabkan kanker akan semakin memburuk dan parah.

Senin, 12 Maret 2018

Kini tes darah bisa deteksi sel tumor otak

Kini tes darah bisa deteksi sel tumor otak,- Penelitian menunjukkan bahwa sebuah tes mampu mendeteksi tumor pada tikus dan manusia. Tes ini juga mampu menunjukkan apakah pengobatan bekerja dengan baik pada pasien.

Sel kanker akan melepaskan lemak yang disebut microvesicles pada aliran darah. Microvesicles inilah yang akan digunakan oleh peneliti untuk mendeteksi kanker.

Meski begitu zat ini sangat kecil dan sulit terdeteksi, sehingga ilmuwan di Massachusetts General Hospital menggunakan nanopartikel magnetis yang didesain untuk menarik protein unik dalam microvesicles dari sel kanker otak.

Tes pada 24 pasien yang memiliki tumor otak diketahui 90 persen akurat. Sementara tes pada hewan menunjukkan bagaimana tumor merespon perawatan.

"Microvesicles adalah biomarker yang sangat bisa diandalkan. Zat ini sangat stabil dan sensitif terhadap efek pengobatan," ungkap Prof Ralph Weissleder.

"Pada hewan dan manusia, kami berhasil melihat microvesicles yang terkait dengan kanker dalam aliran darah berubah-ubah ketika pengobatan."

Tim peneliti percaya teknik ini bisa digunakan pada beberapa jenis kanker atau penyakit lainnya. Josephine Quoerido, manajer di Cancer Research, Inggris menyatakan bahwa penelitian ini memiliki prospek besar. Querido berharap di masa depan mulai bisa diterapkan di klinik serta laboratorium yang bisa dijangkau oleh masyarakat.

Ketahui Stadium pada kanker

Ketahui Stadium pada kanker,- Beberapa jenis kanker memang memiliki stadium tertentu yang berbeda dengan yang lain. Namun secara umum, dokter biasanya menggunakan dasar sistem TNM dalam menentukan stadium pada kanker. TNM (tumor formation, lymph node involvement, dan metastasis) mempermudah dokter dalam mendiagnosis stadium kanker pada pasien.

Meskipun demikian, pasien biasanya perlu melakukan tes lebih lanjut untuk mengetahui kondisi stadium yang dideritanya. Simak penjelasan lengkap mengenai lima jenis stadium pada kanker seperti berikut ini.

Stadium 0

Gejala awal dari stadium 0 pada kanker biasanya ditunjukkan dengan adanya ketidaknormalan sel pada bagian tubuh tertentu.

Stadium I

Sel-sel yang tidak normal mulai berkumpul membentuk jaringan yang bersifat kanker. Hal tersebut merupakan tanda dari stadium I pada kanker yang biasanya masih bisa disembuhkan.

Stadium II

Kanker stadium II ditandai dengan adanya jaringan yang berkembang menjadi tumor kecil. Meskipun demikian, biasanya stadium II pada kanker belum terlalu menyebar pada organ di tubuh pasien.

Pertama kalinya, sel tumor dikembangkan di luar tubuh

Pertama kalinya, sel tumor dikembangkan di luar tubuh,- Selama ini tantangan terbesar peneliti untuk menyembuhkan kanker dan tumor adalah percobaan yang harus mereka lakukan pada pasien kanker atau tumor. Namun kini tampaknya hal itu tak diperlukan lagi. Untuk pertama kalinya, peneliti berhasil mengembangkan sel tumor di luar tubuh manusia.

Tak selamanya obat tumor atau kanker bisa berhasil untuk masing-masing individu. Mencoba berbagai macam perawatan tentunya akan memberatkan pasien kanker dan malah menghambat kesembuhan mereka. Untuk itu, peneliti mencari cara agar bisa mengembangkan sel tumor di luar tubuh untuk melakukan uji coba terhadap obat yang akan diberikan pada pasien.

Peneliti dari University of East Anglia mengeluarkan sebagian tumor usus dari pasien dan meletakkannya pada alat tes. Selanjutnya mereka mengembangkan sel tumor tersebut untuk digunakan pada uji coba obat terbaru.

Cara baru ini sangat bermanfaat karena berarti peneliti tak perlu melakukan uji coba obat baru pada pasien kanker atau tumor. Selain itu, sel tumor yang diambil dari masing-masing individu akan memberikan kemungkinan untuk mengetahui perawatan terbaik untuk mengobati tumor pada tiap pasien.

"Kami menguji berbagai macam obat kemoterapi pada sel tumor yang berbeda. Dengan begitu, kami bisa menemukan obat yang akan membunuh sel kanker, namun tidak berefek pada sel yang sehat," ungkap peneliti senior Mark Williams dari UEA.

Hasil penelitian ini belum final dan masih terus berlanjut. Namun terobosan baru dari para peneliti ini patut diapresiasi karena juga memberikan harapan bagi pengobatan tumor dan kanker di masa depan yang lebih memudahkan pasien.